Catatan Hati Seorang Ibu di Rantau

Time flies!

Let me love you a little more before you’re not so little anymore

Selama 2 tahun lebih, hampir gak pernah sendiri (fisik dan pikiran), selalu ada yang menemani (AKA ngintilin) kemanapun pergi. Sekalipun itu ke Toilet! Semua ibu yang pernah melalui kondisi yang sama pasti tau rasanya gimana. Antara seneng punya privilege sebagai seorang ibu tapi ada saatnya rasanya pengen lari ke hutan dan pecahkan saja gelasnya. wkwk

Motherhood is the hardest and most rewarding job in the world.

Pengalaman pertama jadi seorang ibu gak akan terganti dengan apapun. I love watching you grow up yet it’s bittersweet. Tiap ngeliat Toshi semakin mandiri, bisa banyak hal, tumbuh sehat dan sempurna, ada rasa bersyukur, bangga, seneng tapi juga sedih. Sedih karena bayi kecil yang dulu selalu nempel dan bergantung banget sama ibunya, sekarang perlahan-lahan mulai mandiri mestipun saat ini masih banyak butuh bantuan ibunya. Sedikit-sedikit ibuuu.. ibuu.. tapi panggilan itu yang paling ditunggu tiap harinya๐Ÿ’•. Mestipun kadang kalau lagi lelah, ngantuk dan laper, ibu juga bisa jadi overreact karena diintilin terus. Pernah nanya “a toshi kan bisa sendiri, kenapa harus sama ibu? jawabannya “karena a toshi seneng kalau sama ibu”. Langsung merasa bersalah kadang suka kesel, padahal di hati anak perhatian ibu itu segalanya. Maaf ya nak hiks. Jadi orang tua memang proses belajar seumur hidup. Hampir semua ibu-ibu pasti mungkin pernah ngerasain ada di posisi itu dan ngerti banget tanpa dijelasin panjang kali lebar. Seperti kata om John Medina dibukunya Brain Rules for Baby.

Having a first child is like swallowing intoxinating drink made of equal parts joy and terror, chased with a bucketful of transitions nobody ever tells you about. (John Medina)

Sejak ada Toshi, saya ngerti kenapa ada ibu-ibu yang yang suka gak fokus kalau lagi jalan dan tetep kalem mestipun anaknya mancing kerusuhan :p. Termasuk bisa ngerti kenapa ibu-ibu tiba-tiba berubah kehidupannya sejak jatuh cinta sama bayik kecil yang digendongnya buat pertama kali! suddenly they mean the world to her! Sebelum ada Toshi yang ada dipikiran adalah saya, saya, saya.. Setelah ada Toshi jadi Toshi, Toshi, Toshi! Jangan aneh sih kalau ibu-ibu hobi ngomongin tentang anaknya.

Salah satu hal yang paling saya syukuri setelah melahirkan adalah alhamdulillah punya kesempatan megASIhi Toshi selama lebih dari 2 tahun tanpa ada jarak sedikitpun diantara kita. Itu adalah momen-momen paling dirindukan sekarang. Kadang masih sesegukan kalau inget masa-masa itu. Hiks. Hold your babies close everyone, time is sure fleeting. Sekarang kalau ngeliat foto-foto Toshi waktu bayi bawaannya melow banget.

Masih teringat jelas banget juga, pertama tau positif hamil Toshi saat bulan ramadan, sebelum mudik ke Indonesia, rasanya kaget dan bersyukur banget. Gak sabar ketemu dengan seseorang yang udah bikin jatuh cinta banget bahkan sebelum ketemu. Setelah ketemu kehadirannya membawa berjuta cerita. Mulai dari gemes to the max sampe ngerasain jadi zombie di bulan-bulan pertama jadi new parents. Sekarang senyumnya, ketawanya, celotehnya jadi candu banget!

Alhamdulillah bersyukur banget sampe detik ini masih dikasih kesempatan buat selalu ada disamping a Toshi. Suatu saat kalau a Toshi udah sekolah, ibu pasti kangen banget. Mestipun kadang kalau lagi lelah ibu suka kurang tanggap sama ocehan a Toshi (maaf ya nak) tapi itu yang bakal ibu kangenin di sepanjang sisa hidup ibu nanti. Memang bener masa kecil itu begitu singkat dan gak akan terulang. I love you a Toshi! Semoga a Toshi panjang umur, sehat selalu, jadi anak sholih dan suatu saat saat baca tulisan ini bisa bikin a Toshi senyum! You are the one that keeps me on my toes.

Alhamdulillah niat nulis pengalaman selama jadi ibu, sejak Toshi lahir udah mulai terealisasi. Itโ€™s never too late to start.

Let them be little cause they’re only that way for a while

Berkenalan lewat Tulisan

Assalamualaikum Wr. Wb…..

Kata orang tak kenal maka tak sayang, kalo menurut saya mah tak kenal maka tak perlu sok kenal atuh :p.

Perlu gak sih memperkenalkan diri? menurut saya mah kadang perlu, kadang gak.

Karena terkadang orang yang ngerasa kenal cenah, padahal mah gak tau apa-apa tentang kita, bisa lebih banyak berkomentar tentang kita.

Kalau komentarnya kurang baik gimana? Anggap aja itu mah karena memang mereka gak tau dan gak kenal kita.

Buat saya mah selama gak merugikan orang lain, lakukanlah apa yang terbaik dan nyaman buat diri sendiri. Karena sebagian orang cuma berkomentar, tanpa berpikir. Jadi daripada riweuh mikirin gimana orang kenal saya (padahal mah kenal juga gak), lebih baik fokus sama hal-hal positif dan orang-orang yang membawa kebaikan dan energi positif buat saya. Karena orang-orang kenal kita lebih banyak bukan dari apa yang kita jelasin, tapi dari sudut pandang dia melihat kita cenah.

Being yourself is the new pretty, don’t let anything steal your joy.

NPI

Sebenernya saya mah bukan orang yang jago merangkai kata-kata, tapi saya suka nulis dan cerita aka curhat sih hehe. Mungkin karena saya termasuk orang yang introvert (mangga gugling sendiri apa itu introvert :D) jadi lebih banyak menuangkan pikiran dan perasaan lewat tulisan. Mestipun nulisnya cuma di dedaunan yang berjatuhan lalu terbawa angin #eaa. Dulu mah waktu jaman masih sekolah sih (jaman baheula) sukanya nulis di buku harian. wkwk. Sejak kuliah pindah ke blog (biar agak keren cenah) dan sekarang berniat nulis lagi tentang pengalaman sejak jadi emak-emak dan merantau di Negeri Sakura cenah.

Motivasi utama saya mah mulai nulis lagi teh yaitu buat mengabadikan cerita perjalanan sejak ada a Toshi di kehidupan saya. Karena sekarang a Toshi adalah dunia saya. Suatu hari mudah-mudahan a Toshi bisa baca blog ini dan mengenang perjalanan kita. I love you a Toshi more than you’ll ever know ๐Ÿ™‚

Mudah-mudahan bisa diambil informasi yang baiknya dan dibuang yang kurang baiknya buat yang membaca. Sekian dan terima kasih. ๐Ÿ™‚