Happiness is only real when shared

Pertama kali ngikutin #materi1 #habituasisejutacinta di Komunitas #Ibuprofessional

Sebenernya termasuk orang yang agak sulit konsisten ngikutin informasi di grup komunitas online, karena sering kelewat baca informasi atau keburu lupa saat udah larut di dunia nyata. Tapi bersyukur banget ada mba-mba baik hati di grup Ibu Profesional yang sering ngasih info. Mulai dari mba Ira, mba dede dan mba una💕. Belum pernah ketemu orangnya langsung tapi udah merasakan kebaikan mba-mba ini. Makasih banyak mba-mba di komunitas ibu profesional.

Materi pertama ini tentang empati. Materinya bener-bener ngena banget sebagai reminder. Empati ini secara sederhana bisa ikut merasakan apa yang orang lain rasakan dan memberikan respon yang sesuai. Sejak jadi ibu ynag kerja di rumah, terkadang rasa lelah bikin rasa empati berkurang. Terkadang disaat terlalu lelah lupa memvalidasi perasaan anak, malah sibuk fokus sama perasaan sendiri.

Sejak bayik beranjak balita memang tantangannya lebih besar. Tapi sebenarnya bukan ibunya aja yang mengalami tantangan besar dan melalui masa sulit, anaknya juga. Sejak jadi balita, semakin besar keingintauannya, rasa ingin mandiri, dan dipertanyakan yang butuh jawaban di pikirannya. Otaknya semakin berkembang. Tapi terkadang sebagai orang dewasa, menyepelekan pertanyaan-pertanyaan yang dianggap penting sama balita. Bukan bayik atau balita yang menyebabkan masa-masa sulit untuk ibunya, tapi mereka yang lagi mengalami masa-masa sulit juga.

Tugas pertama di kelas habituasi ini yaitu menceritakan 3 kebaikan yang telah dilakukan setelah menonton video https://www.youtube.com/watch?v=nwAYpLVyeFU.

Sebenernya bingung mulai dari mana dan mau cerita apa, karena kebaikan yang harus diingat adalah kebaikan orang lain sama kita, sedangkan kebaikan kita sama orang lain sebaiknya dilupakan. Tapi kali ini spesial buat materi kelas habituasi ibu profesional. Video tadi mengingatkan diri saya sendiri, saat menerima kebaikan dari orang lain, membuat kita ingin berbuat baik juga pada orang lain.

Kebaikan pertama dimulai untuk orang yang terdekat yaitu anak dan suami. Udah sering dilakukan sih dan nagih karena setiap kali dimasakin Toshi bilang “makasih ibu udah dimasakin“ itu rasanya gak ternilai dengan apapun. Kalau suami sih udah pasti bilang enak apapun masakannya dan rasanya 😂. Mestipun masak adalah hal yang paling males dan gak disukai sebelumnya tapi sejak merantau jadi sering dilakuin demi balita.

Kebaikan kedua ngambil dan ngembaliin barang orang lain yang jatuh dari belakang tasnya. Respon orangnya langsung seneng babget dan berterina kasih. Saya juga ikut seneng karena siapa tau barang yang jatuh tadi sangat penting.

Kebaikan ketiga memungut dan membuang makanan yang gak sengaja jatuh saat makan di taman. Sebenernya kebaikan ini bermula dari permintaan Toshi buat ngambilin serpihan cemilannya yang jatuh di taman dan bikin saya sadar dan belajar kalau anak-anak itu begitu mudah belajar kebaikan secara total. Karena jaman sekarang ini empati juga penting diterapkan terhadap lingkungan, mulai dari hal kecil seperti tadi. Makasih nak, udah selalu mengajarkan ibu kebaikan.

Semoga tulisan ini bisa menjadi reminder buat saya untuk lebih banyak berbuat kebaikan. Terima kasih kelas habituasi sejuta cinta.

Kado Ulang Tahun Buat Toshi

Sebentar lagi a Toshi umurnya 3 tahun. A Toshi mau kado apaa? Setiap kali ditanya ini jawabannya cepet dan konsisten : Ibu.

Kalau yang jawab itu bapake Toshi pasti langsung dibilang gombal! 😂 Tapi ini anak bayik tipikal yang kalau disuruh bilang sesuatu pasti gak mau, kecuali memang keinginannya sendiri, dari lubuk hati terdalamnya.

Ibunya mau diapain emang? Mau dipeluk-peluk, dicium-cium.

Jadi apa sih yang anak bener-bener mau dan pengen? Kehadirah dan kasih sayang orang tuanya.

Bener-bener bukan kita yang ngajarin arti hidup ini sama Toshi tapi Toshi yang ngajarin arti hidup ini sama kita.

Rasanya denger jawaban itu? Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. This boy will never know what he has done for me.

Pengalaman Melahirkan di Jepang (Part 3)

Gak berasa udah ada di penghujung bulan Januari 2020. Artinya udah hampir 3 tahun malaikat kecil yang mengalihkan dunia kita udah hadir di hidup kita. Sejak itu, gelak tawa dan juga tangis (bahagia/ laper/ ngantuk?) meramaikan rumah kita. Alhamdulillah.

3 tahun lalu…. lagi ngapain aja yaa?

Lagi sibuk nyiapin barang-barang apa aja yang harus dibawa ke Rumah Sakit. Beda sama pengalaman temen-temen di Indonesia, lama nginep di Rumah Sakit setelah melahirkan sekitar 5 hari untuk proses melahirkan normal. Lama banget? Iyaa.. soalnya kita ibu-ibu yang melahirkan di Jepang diajarin banyak hal tentang cara ngerawat bayi untuk persiapan pulang ke rumah. Karena ibu dan ayahnya udah harus bisa mandiri dalam merawat bayi tanpa bantuan siapapun dan jadi tim yang solid disini.

Sebetulnya pihak Rumah Sakit di Jepang ini udah menyediakan sebagian besar keperluan ibu dan bayi selama di Rumah Sakit, kaya pembalut ibu, diapers, tisu basah dan handuk yang berkualitas. Tapi karena saya termasuk ibu-ibu rempong jadi banyak perlengkapan lain yang disiapkan sebelum tau akan diperlukan. Berikut ini beberapa hal yang perlu disiapkan calon ibu untuk dibawa ke Rumah Sakit versi Tokyo Bay Medical Center (tempat Toshi lahir) dan amunisi pribadi (yang lebih heboh) buat nginep selama 5 hari :

  • Kartu asuransi / health insurance card (kenko hoken sho)
  • Kartu Pendaftaran Rumah Sakit / patient id card (shinsatsu ken)
  • 3-5 sanitary pants/velcro underwear (celana untuk ibu yang udah melahirkan) yang ada bukaan depannya (bisa dibeli di toko perlengkapan bayi kaya akachan honpo, nishi matsuya dan AEON
  • Perlengkapan mandi, handuk dan handuk muka
  • Voucher kehamilan
  • Obat (kalau diperlukan)
  • Cellphone dan charger
  • Buku catatan

Hal-hal yang perlu disiapkan untuk dibawa ke Ruangan Melahirkan (Delivery Room dalam tas kecil terpisah)

  • Buku kesehatan ibu dan anak / mother and baby book (boshitecho)
  • Sendal ruangan (slippers)
  • Handuk muka
  • 1 sanitary pants dan underwear
  • Gelas dan sikat gigi

Buat bayi :

  • Satu set perlengkapan untuk pulang ke rumah (baju, kaos kaki, topi)
  • Selimut bayik/bedong (swaddling blanket)
  • gauze handkerchiefs
  • Perlengkapan menyusui (bantal menyusui, saputangan, bra menyusui dan bra pads)

Tambahan pribadi :

  • Sari kurma, madu, air mineral botol, tumbler, sendok dan sedotan (buat dibawa di ruang melahirkan karena biasanya udah gak nafsu makan tapi masih butuh cairan dan energi)
  • Satu set perlengkapan ibu untuk pulang ke rumah (baju, kerudang)
  • Pembalut khusus ibu melahirkan (Ini membantu banget karena yang dibawa (Moony) jauh lebih lembut dari yang disediain Rumah Sakit)
  • Baju tidur, legging dan kerudung instan, cardigan pas musim dingin (di Rumah Sakit disiapin piyama aja)
  • sendal ruangan
  • Makanan/cemilan kesukaan (wajib dibawa karena setelah lahiran pastinya laper banget pemirsa)
  • Air mineral botolan (di rumah sakit gak dikasih air pemirsa)
  • Gelas kertas (membantu banget gak udah cuci-cuci)
  • Tutup botol yang ada sedotannya (bisa dibeli di toko 100, membantu biar bisa minum sampai rebahan pas masih sakit)
  • Sedotan plastik
  • Minuman tambahan buat asi booster (madu, sari kurma, susu)
  • Selimut bayi
  • Handuk bayi
  • Perlengkapan bayi kaya baju, topi, kaos kaki, sarung tangan (mestipun akhirnya cuma pake kimono bayi dari rumah sakit karena lebih praktis)

Gimana rasanya saat mendekati HPL di perantauan?

Sempet ngerasa deg-degan, gimana ya pas mau lahiran nanti kalau pas gak ada orang atau sebagainya? tapi diamanapun kita berada, ada Allah yang bisa selalu menolong lewat orang-orang yang dikehendakiNya. Salah satunya bersyukur banget karena selama hamil Toshi ada sodara seperjuangan disini yang juga lagi hamil. Kebetulan banget suaminya temen lama dulu waktu di Chiba University yang akhirnya sekarang jadi tetangga. Sejak itu, kita selalu dibantu dalam banyak hal, terutama keterbatasan kita dalam bahasa Jepang sejak dari kontrol kehamilan, lahiran dan setelahnya juga. Alhamdulillah. Dipertemukan sama sodara dan orang-orang baik itu rezeki yang gak ternilai harganya. Mestipun di perantauan, tapi tetep ada temen dan sodara yang baik-baik disini.

Selain itu, Alhamdulillah waktu itu ibu dan adek bisa datang ke Jepang selama 2 minggu. Adek datang seminggu sebelum HPL dan ibu datang sehari setelah HPL. Kenapa? Karena kata ibu bantuan lebih dibutuhkan setelah melahirkan dan ada bayiknya. Dan itu bener banget. Selama hamil alhamdulillah kondisi tubuh kuat banget buat jalan-jalan jauh dan hampir gak pernah ada keluhan (kecuali pas diawal morning sickness) karena memang selama di Jepang udah biasa jalan jauh kemana-kemana. Sedangkan paska melahirkan, mestipun belum bener-bener pulih harus udah siap merawat bayi berdua sama ayahnya di rumah.

Beberapa hari sebelum lahiran, masih sempet jalan-jalan liat sakura

Bersambung…

Tempat Favorit Menikmati Musim Gugur di sekitar Tokyo – Tokyo's Autumn Foliage Viewing Spots

Autumn shows us how beautiful it is to let things go

Autumn in Tokyo, Showa Kinen Park, Tachikawa.

Siapa sih yang gak terkesima sama keindahan alam Jepang saat autumn?

Autumn adalah waktu yang cucok banget buat menikmati keindahan alam di Jepang, selain spring dimana sakura bermekaran. Autumn foliage peak di area Tokyo dimulai akhir bulan November sampai awal Desember.

Time flies. Gak berasa tahun ini adalah autumn kita yang ke-5 selama merantau di Jepang, tepatnya di Tokyo coret. Kali ini mau sharing beberapa tempat favorit saya menikmati indahnya Autumn di sekitaran Tokyo.

Showa Kinen Park

Showa Kinen Park ini merupakan taman terluas di area Tokyo dan merupakan taman favorit saya di setiap musim, terutama musim gugur dan musim semi selama tinggal di Jepang. Showa Kinen Park ini berlokasi di kota Tachikawa, sekitar satu jam naik kereta dari pusat Tokyo. Selama saya tinggal di Jepang, dari semenjak sebelum ada anak bayik sampai udah ada balita, setiap musim gugur saya pasti kesini buat menikmati autumn foliage. Tempatnya memang nagih buat dikunjungi berkali-kali, karena tamannya indah dan luas banget. Selain pemandangan tamannya yang memanjakan mata, ada area piknik, perahu, danau, kereta taman, taman jepang (japanese garden), taman bermain anak, hutan anak (children’s forest) yang bikin anak-anak dan orang tuanya juga betah banget, air mancur, termasuk ada fasilitas buat sewa sepeda juga. Setelah saya berkali-kali kesini aja masih ada area yang belum sempat dijelajahi.

Akses : Nishi-tachikawa station (langsung keluar di depan gerbang masuk), Tachikawa station (10 menit jalan sampai ke gerbang masuk)

Tiket masuk : 550 yen (umum lebuh dari 15 tahun), 440 yen (mahasiswa dan sma)

Waktu buka : 9.30-16.30 (hari kerja), 8.30-16.30 (hari libur) periode november-februari

Shinjuku Gyoen National Garden

Shinjuku Gyoen National Garden merupakan taman paling populer di pusat kota Tokyo, semacam Central Park di New York. Berbagai jenis pohon dan bunga ada disni. Shinjuku Gyoen Garden ini luas dan indah di berbagai musim juga terutama musim gugur dan musim semi. Lokasinya stategis banget yaitu di area Shinjuku. Shinjuku merupakan area di pusat kota Tokyo yang paling ramai dengan tempat perbelanjaan dan hiburan. Shinjuku station sendiri merupakan stasiun paling ramai di Jepang, ada sekitar 2 juta penumpang perharinya.

Akses : Shinjukugyoemmae station (jalan 5 menit sampai gerbang), JR Shinjuku station “new south exit”(jalan 10 menit sampai shinjuku gate)

Tiket : 500 yen (lebih dari 15 tahun), 250 yen (6-14 tahun)

Jam Buka : 1 Oktober-14 Maret 9.00-4.00, 15 Maret – 30 September 9.00-5.30

Koishikawa Korakuen

Koishikawa Korakuen Garden merupakan salah satu taman jepang tertua di Tokyo yang dibangun di jaman Edo. Koishikawa Korakuen ini indah banget di musim gugur, terutama buat menikmati indahnya red maple (momiji). Lokasi Koishikawa Korakuen ini juga sangat strategis karena berada di pusat kota Tokyo dan dekat Tokyo Dome dan Amusement Park.

Akses : Iidabashi station (7 menit jalan) Korakuen station atau Suidobashi station (10 menit jalan)

Yoyogi Park

Yoyogi Park merupakan salah satu taman yang hits juga di pusat kota Tokyo yang letaknya deket banget sama Harajuku station dan Meiji Jingu Shrine. Tamannya luas dan ada banyak pohon sakura dan ginko yang warnanya indah banget di musim gugur.

Akses : Meiji Jingu mae station, Hajuku station

Kitanomaru Park

Kitanomaru Park ini ada di area Tokyo imperial Palace, salah satu hidden paradise favorit buat menikmati keindahan alam di tengah-tengah kota Tokyo. Kitanomaru Park ini indah banget di musim gugur dan gak serame taman-taman yang populer kaya shinjuku gyoen dan yoyogi park. Jalan-jalan di Kitanomaru Park ini bikin berasa ada di tempat lain, yang jauh dari keramaian kota Tokyo. Relaxing banget! Gak pernah bosen jalan-jalan kesini terutama di musim gugur. Di depan Kitanomaru Park ini ada ratusan pohon sakura sepanjang Tokyo imperial place moat. Jadi pas musim sakura jadi salah satu tempat yang hits banget.

Akses : Kundanshita station

Yasukuni Shrine

Yasukuni shrine ini letaknya ada di sebrang jalan Kitanomaru Park.

Akses : Kudanshita station

Tokyo Imperial Palace Garden

Tokyo imperial palace garden ini salah satu tempat favorit buat ngajak turis di Tokyo.

Akses : Otemachi station, Tokyo station

Icho Namiki Dori (Ginko Avenue Tokyo)

Icho Namiki Dori ini salah tempat hits waktu musim gugur di Tokyo karena sepanjang jalan ini dipenuhi pohon ginko yang berbaris rapih dan berubah warna jadi kuning keemasan di puncak musim gugur.

Akses : Aoyama itchome station , Gaiemmae station

Hibiya Park

Akses : Hibiya station

Kodomono Kuni (Children’s Land) Yokohama

Akses : Kodomonokuni station

Akebono Children’s Forest Park Saitama

Akses : Motokaji station