Visa Jepang (part 2) perubahan status visa jepang

Singkat cerita saya udah sampai di jepang (sebenernya udah lama bgt haha) tapi baru kali ini saya cerita tentang Perubahan status visa jepang dari temporary visitor (kaya yang saya ceritain di post sebelumnya) jadi resident dengan status dependent (berlaku 3 tahun 3 bulan).

Setelah saya sampai jepang, besoknya saya langsung mengurus perubahan visa jepang saya di kantor imigrasi jepang terdekat.  Saya mengurus di kantor imigrasi chiba karena saya tinggal daerah chiba. Sesampainya di kantor imigrais kita ambil nomor antrian karena banyak orang yang berkepentingan disana juga.

Disana udah ada petunjuk untuk bagian bagian dengan keperluan yang berbeda jadi tinggal diperhatiin aja. Pertama kita cari form aplikasi untuk perubahan status visa (visa status change) dan mengisi formulir itu sambil menunggu antrian. Setelah itu saya dipanggil ke counter dan menyerahkan formulir aplikasi, passport, pas foto dan CoE (ini karena suami saya sudah apply CoE untuk saya setelah sampai jepang dan waktu saya sampai jepang CoE sudah selesai). Setelah itu kita menunggu selama beberapa menit dan dipanggil lagi di counter yang lain dan ajaibnya perubahan status visa saya sudah selesai dan saya mendapat Resident Card saya hari itu juga. Sasuga japan!! Syarat yang saya perlukan hanya passport, CoE dan pas foto karena saya sudah punya CoE tapi untuk yang belum punya CoE bisa cek syarat yang diperlukan di syarat Applications for change of status of residence.

Visa Jepang (part1)

It’s been a while… *males mode on 

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya bikin visa jepang di kedubes jepang  jakarta di Jl. MH Thamrin 24 deket EX Plaza Indonesia (bisa mampir sekalian).

Pengalaman bikin visa jepang pertama buat program student exchange (as temporary visitor selama 90 hari), kedua bantuin suami bikin visa (student selama 3 tahun 3 bulan), yang terakhir kemaren bikin visa buat nyusul suami aka kunjungan keluarga (as temporary visitor selama 90 hari). Sebenernya pengennya langsung bikin visa dependent buat istri yang ikut suami (dependent, 3 tahun 3 bulan) tapi karena Certificate of Eligibility (CoE) yang dikeluarin sama kantor imigrasi di jepang belum beres dan takut kelamaan kalo nunggu padahal udah pesen tiket buat 19 mei 2015 ini soalnya ada yang kesepian  (wish me a safe flight 😊) jadi apply lah visa temporary visitor dulu.

Apa itu Certificate of Elligibility (CoE)?? Semacam berkas yang menyatakan kalau kita itu layak  untuk tinggal di jepang selama waktu yang ditentukan di CoE nya itu. Syarat buat apply CoE di kantor imigrasi jepang bisa diliat di Dokumen untuk CoE. Dan untuk supporting dokumennya bergantung dari status yang apply CoE misalnya untuk student sama pasangan (dependent) pastinya ada supporting dokumen yang beda, bisa diliat di Supporting documents CoE. Jadi kalau dapet CoE, pasangan bisa langsung apply visa dependent di kedubes jepang Indonesia dan gak perlu ngerubah status visa di Jepang. Setelah dapet CoE kita bisa langsung apply visa di kedubes jepang  (tergantung region tempat tinggal kita di indonesia) untuk waktu tertentu bisa diliat syaratnya di  Persyaratan Visa Khusus.

Sebenernya pelayanan di jepang itu cepet cuma karena lagi ngantri yang bikin CoE jadi waktunya agak lama dan sebenernya sekarang CoE saya udah jadi cuma udah keburu apply visa kunjungan keluarga jadi nanti dateng dulu ke jepang baru ngurusin perubahan status visa jadi dependent selama 3 tahunan di kantor imigrasinya jepang, kayak pengalaman salah satu temen yang bawa istri juga kesana.

Nah sekarang balik ke cara ngurus visa jepang, dijamin gak ribet selama kita memenuhi semua syarat-syarat yang tercantum di  Website kedubes jepang  di indonesia sesuai sama jenis visa yang pengen kita apply. Tipsnya penuhi semua syarat jangan kurang dan jangan kelebihan juga karena mereka gak suka.. Misal disuruh kasih pas foto satu kamu malah ngasih satu album 😜

berkas-berkas yang harus disiapin buat apply visa kunjungan keluarga bisa diliat di Syarat visa kunjungan keluarga  diantaranya :

1. Paspor (yang masih berlaku)

2. Formulir Permohonan Visa (bisa didownload di website kedubes jepang atau minta disana langsung, saran saya sih mending download di rumah plus diisi di rumah dan bawa yang kosong buat jaga-jaga kalau salah isi, contoh pengisian formulir ada di kedubes jepang) pas foto ukuran 4,5×4,5 tanpa background (putih) diambil 6 bln terakhir.

3. Fotokopi KTP (surat keterangan domisili)

4. Fotokopi KTM atau surat keterangan masih mahasiswa (kalau masih mahasiswa)

5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang membuktikan tanggal keluar masuk Jepang) tips buat yang takut visanya ditolak, bisa pake open ticket (semacam bukti booking tiket dari travel yang mencantumkan waktu keberangkatan, maskapai, nomor maskapai) cari aza travel agent yang bisa buat open ticket jadi gak perlu beli tiket aseli dulu sebelum visa jadi.

6. Jadwal perjalanan (formulir di download di website) jadwal mulai masuk sampai keluar jepang (seadanya aja, kalo emang kunjungan keluarga saya sih tulis tempat tujuan kota dateng aza :D)

7. Dokumen yang membuktikan hubungan keluarga antara pemohon dan pengundang (bisa surat nikah, kk, akte lahir)

8. Fotokopi dokumen yang menunjukan hubungan keluarga dengan pemohon seperti kartu keluarga, akta lahir dll (kalau pemohon lebih dari satu)

9. Surat undangan yang harus diisi pihak yang ngundang di jepang (formulir bisa didownload di website)

10. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan

a. Bila pemohon yang bertanggung jawab atas biaya : fotokopi bukti keuangan seperti rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir ( bila peanggung jawab bukan pemohon seperti ayah, ibu maka harus melampirkan dokumen yang membuktikan hubungan antara pemohon dengan penanggung jawab biaya.

b. Bila pihak Pengundang yang bertanggung jawab atas biaya.

Surat jaminan dari pengundang

* Dokumen yang berkenaan dengan pengundang seperti tercantum di bawah ini (salah satu saja)

  • Surat Keterangan Pembayaran Pajak (nouzei shomeisho) yang mencantumkan besar penghasilan
  • Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)/(kakutei shinkokusho hikae)
  • Surat Keterangan Penghasilan (shotoku shomeisho)
  • Surat Referensi Bank
  • Fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat Keterangan Bekerja yang mencantumkan lama bekerja dan besar penghasilan

* Surat Keterangan Domisili Pengundang (juminhyo). Bila Pengundang adalah WN Asing yang berdomisili di Jepang, maka Surat Keterangan Pencatatan Domisili (Alien’s Registration Card/ Certificate).
Perhatian:

* Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 10 sebelum diserahkan di loket.

* Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 10). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).

  • Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
  • Pemohon adalah karyawan BUMN.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
  • Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.

Kesempatan Beasiswa Program Global 30 (G30) Nagoya University

Apa itu program Global 30 (G30)?

Program internasional dari universitas-universitas terbaik di Jepang  (national : tokyo university, kyoto university, osaka university, nagoya university, keio university, kyushu university, waseda university, tohoku university dll) untuk gelar S1, S2 dan S3. (No japanese proficiency required at the time of admission) Lengkapnya bisa cek disini.

Tanggal 2 Februari 2015 dibuka pendaftaran tahap 2 Program Internasional untuk undergraduate dan graduate di Nagoya University info di Website G30 Nagoya serta terdapat BEASISWA penuh untuk yang memenuhi standar.

Nagoya University adalah salah satu universitas unggulan di Jepang (terbaik ke-4 di Jepang berdasarkan ARWU) dengan 6 peraih Nobel. Nagoya University juga merupakan anggota 7 Imperial Universities di Jepang.

Tunggu apa lagi yang minat kuliah di Jepang? bisa dicoba dan jangan lewatin kesempatan ini!! Tinggal baca dan siapin detail requirements tahapan dan dokumen-dokumennya plus perhatiin deadlinenya yah.. 😉 (jangan lupa diusahain sebelum daftar hubungi professor sesuai topik penelitian yang diinginkan)

-We more often regret those things which we do not do, than those which we do-

Kehidupan Muslim di Jepang

Kehidupan muslim di Jepang 🇯🇵
Jepang merupakan negara yang bukan mayoritas muslim seperti di Indonesia (bersyukur banget jadi orang Indonesia yang gampang banget nemu mushola dan mesjid saat perjalanan) jadi pasti banyak perbedaan yang bakal dirasain muslim disana.

Alhamdulillah sih selama 3 bulan di Chiba saya gak mengalami banyak kendala dalam beribadah ataupun nyari makanan halal karena ada komunitas muslim (terutama PPI Chiba yang baik banget dan udah berasa sodara sendiri mestipun pertemuan kita singkat 😊) yang ngasih informasi kita tempat beli bahan makanan halal kaya daging-dangingan dll (ada di warung halal mesjid deket Chiba University yang jadi tempat sholat jumat n kumpul PPI Chiba mestipun mesjidnya gak berbentuk mesjid pada umumnya, cuma bangunan biasa yang disewa buat tempat ibadah muslim) selain itu juga anak-anak PPI Chiba ngasih tau jenis makanan dan minuman halal yang ada di supermarket (bisa liat komposisi dengan tinggal catet jenis-jenis komposisi yang bikin haram).

Di dalam kampus Chiba juga ada ruangan sejenis mushola yang dipake buat sholat, cuma kalau lagi jalan-jalan resikonya terpaksa sholat di kendaraan atau tempat yang bisa dijadiin tempat sholat dadakan 😣(kaya taman salah satunya).

Ada juga restoran jepang yang nyediain makanan halal contohnya ada ramen halal di shinjuku (belum sempet nyoba 😭) dan restoran halal lainnya. Bahkan di bandara Kansai katanya ada mushola juga. Semoga semakin banyak ya fasilitas ibadah muslim dan makanan halal di jepang.  😄

Semoga saat kesana lagi dengan durasi yang lebih lama,bisa menjelajahi mesjid dan makanan-makanan halal di jepang. Aamiin😁

Shobetsukai PPI Chiba
Shobetsukai PPI Chiba

Spesial makasih banyak buat PPI Chiba yang banyak banget bantu selama short stay 3 bulan di Chiba sampe minjemin berbagai peralatan dapur dan sepeda juga. 😄
(Temen yang orang thailand sampe takjub sama kekompakan orang-orang Indonesia yang ada disana berasa pindah desa kali yah😁 beruntungnya jadi orang Indonesia 😇)

Sekolah Luar Negeri

screen-shot-2012-07-22-at-8-56-38-am

Guys, yuk kita lihat gimana kehidupan Muslim di Jepang. Fasilitas apa saja yang tersedia untuk mendukung kehidupan Muslim sehari-hari. Pertama-tama, ada banyak masjid di seluruh Jepang, terutama kota-kota besar Aichi, Chiba, Ehime, Fukuoka, Gifu, Gumma, Hokkaido, Hyogo, Ibaraki, Kagawa, Kanagawa, Kyoto, Miyagi, Niigata, Okayama, Osaka, Saitama, Shizuoka, Tokyo, Toyama, Tochigi, Tokushima, Yokohama. Total masjid di Jepang berjumlah 60 masjid (berdasarkan data sampai akhir Des 2010), kebanyakan dibangun dalam 20 tahun terakhir.1.1297327156.kobe-mosque-exterior-entrance

Masjid pertama di Jepang terletak di Kobe, kota pelabuhan dekat Osaka, dibangun pada tahun 1935. Dan masjid kedua dibangun di Tokyo pada 1938. Lebih banyak lagi masjid dibangun sejak 1990. Hal ini disebabkan karena makin banyak pendatang Muslim di Jepang yang menetap dan perekonomian mereka juga menjadi jauh lebih baik. Maka komunitas Muslim pun makin berkembang di Jepang.

Masjid di Yokohama

tumblr_mlvyxl9xqC1r1thfzo3_1280

Di Yokohama terdapat sebuah masjid besar, yaitu Masjid Ja’me. Masjid ini terletak di 1-31-13 Hayabuchi, Tsuzuki-ku, Yokohama-city, Kanagawa…

View original post 623 more words