Produktif Beda Sama Gila Kerja

I can relate to this video, akhirnya unek-unek selama ini diwakilin sama Gita Savitri. Kalau denger cerita temen yang kuliah atau kerja di Eropa dengan jam kerja 9-5, kadang ngiri.

Sedikit curhat pengalaman pribadi, selama suami ngejalanin PhD program di Jepang yang berasa banget “hustle”nya. Hampir setiap hari pulang tengah malem, kadang sampe kereta terakhir. Pulang jam 9/10 malem tuh kaya keajaiban. Berangkatnya jam 7 pagi. Di luar style kerjanya yang “beda” dari negara lainnya sih, selama ini banyak banget ilmu dan hal baik yang didapat dan bisa dicontoh dari negri sakura ini.

Setelah lulus PhD dan ada Toshi, suami lanjut kerja di lab yang sama tapi pulangnya kali ini lebih awal, sekitar jam 7/8 malem. Kadang malah diminta pulang lebih cepet lagi sama istrinya. Biar bisa cepet gantian shift ngajak main Toshi di rumah. Hehe. Karena sebenernya sih working hoursnya 9-5. Selebihnya? Suka rela. Kebanyakan temen kantornya malah lebih ekstrim lagi sabtu minggu pun banyak yang masuk. Kalau suami sih big NO.

Sempet beberapa bulan ninggalin suami mudik ke Indonesia dan suami balik ke budaya “hustle” karena terlalu banyak yang harus dikerjain. Sampe suatu saat kesehatannya sempet drop. Sampe dokter nyuruh gak boleh terlalu capek dan kalau udah ngerasa lelah, harus langsung istirahat dan gak usah kerja. Sejak itu suami berangkat siang dan pulang sore. Malah kadang cuti di hari biasa. Tapi hasil kerjanya? Masih tetep bisa produktif seperti sebelumnya.

Produktif itu gak selalu berarti harus super sibuk dan gila kerja. Sedikit waktu buat keluarga dan mengesampingkan kesehatan, bukannya bikin sukses, malah lama-lama bikin kehilangan tujuan dan makna kehidupan yang sebenarnya. Karena di luar pekerjaan, ada hal-hal lain juga yang jauh lebih penting.

Kalau buat ibu-ibu kaya saya, produktif itu bisa main sama anak, baca buku, belajar sama ngerjain hal baru, beres-beres, masak makanan yang bergizi, bisa ibadah, ngobrol bareng suami itu udah produktif banget. 🎉 Gak semuanya juga sih dalam satu waktu.

Buat sebagian orang yang gak beragama mungkin pencapaian karir itu adalah segalanya. Tapi buat kita, hidup bukan cuma untuk kerja. Tapi kerja cuma sebagai ikhtiar untuk menjemput rezeki dan mengamalkan ilmu. Jangan sampai kita mengorbankan hal-hal yang lebih penting demi kerjaan.

At the end of the day, family is all that matters.

Author: Novapi

Sebaik-baiknya manusia diantara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama manusia (HR Bukhari dan Muslim)

4 thoughts on “Produktif Beda Sama Gila Kerja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s