Being yourself is the new pretty

Konon katanya Tokyo adalah mekahnya orang yang hobi belanja make up sama skincare, mulai dari high end sampai low end make up ada dimana-mana kaya kacang goreng. Mestipun begitu, ternyata gak ngerubah saya jadi rajin skinkeran biar muka mengkilat dan putih kaya porcelain.

Ya setiap orang punya ketertarikan dan pemikiran yang berbeda-beda. Ada yang suka perawatan dengan merawat fisik. Tapi ada juga yang lebih suka perawatan dengan merawat yang non fisik. Gak ada yang lebih baik, semuanya baik-baik aja, asal kita senang dan melakukannya buat diri kita sendiri.

Kalau liat orang punya kulit bersih dan cantik, pasti pengen juga. Tapi ternyata gak cukup memotivasi buat jadi rajin pake skin care atau make up. Selain karena malesan dan lupaan masalah kaya gitu, dari kecil juga diajarin kalau penampilan fisik itu bukan segalanya, yang terpenting hatinya. Selain itu juga dulu sebelum nikah gaulnya sama temen-temen cowo terus jadi seringnya ngerasa paling cantik sendiri (no matter what😂). Sekarang juga begitu, di rumah ngerasa paling cantik sendiri karena cewe sendiri😂. Emang orangnya lebih pede kalau apa adanya, kalau terlalu cemerlang nanti takut banyak yang minta tandatangan. 😝

Salah satu hal yang bikin risih adalah momen yang mengharuskan dandan habis-habisan kaya pas nikahan dan wisuda. Kenapa sih kita gak bisa jadi diri sendiri aja? Ya namanya juga di dunia terkadang kita dipaksa untuk mengikuti apa yang dianggap orang-orang wajar. Mestipun sebenarnya itu bukan kebenaran.

Terkdang kita diminta buat jadi diri sendiri tapi secara sosial kita dipaksa buat gak jadi diri sendiri. Termasuk dalam pendidikan di sekolah. Banyak anak dipaksa buat belajar dan melakukan apa yang gak mereka sukai jadinya males dan gak mau belajar. Sesuatu yang dipaksa seragam itu padahal belum tentu baik dan benar.

Tapi memang perlu motivasi untuk melakukan apapun, salah satunya nulis. Mestipun tulisannya masih acak-acakan karena ngejar deadline nulis setiap hari dari Kelas Literasi Ibu Profesional. Tapi nulis itu emang menyenangkan. Menuangkan apa yang ada di pikiran yang seringnya gak bisa diungkapkan secara langsung.

Author: Chemist_29

Sebaik-baiknya manusia diantara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama manusia (HR Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s