Kado Ulang Tahun Buat Toshi

Sebentar lagi a Toshi umurnya 3 tahun. A Toshi mau kado apaa? Setiap kali ditanya ini jawabannya cepet dan konsisten : Ibu.

Kalau yang jawab itu bapake Toshi pasti langsung dibilang gombal! 😂 Tapi ini anak bayik tipikal yang kalau disuruh bilang sesuatu pasti gak mau, kecuali memang keinginannya sendiri, dari lubuk hati terdalamnya.

Ibunya mau diapain emang? Mau dipeluk-peluk, dicium-cium.

Jadi apa sih yang anak bener-bener mau dan pengen? Kehadirah dan kasih sayang orang tuanya.

Bener-bener bukan kita yang ngajarin arti hidup ini sama Toshi tapi Toshi yang ngajarin arti hidup ini sama kita.

Rasanya denger jawaban itu? Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. This boy will never know what he has done for me.

Pengalaman Melahirkan di Jepang (Part 3)

Gak berasa udah ada di penghujung bulan Januari 2020. Artinya udah hampir 3 tahun malaikat kecil yang mengalihkan dunia kita udah hadir di hidup kita. Sejak itu, gelak tawa dan juga tangis (bahagia/ laper/ ngantuk?) meramaikan rumah kita. Alhamdulillah.

3 tahun lalu…. lagi ngapain aja yaa?

Lagi sibuk nyiapin barang-barang apa aja yang harus dibawa ke Rumah Sakit. Beda sama pengalaman temen-temen di Indonesia, lama nginep di Rumah Sakit setelah melahirkan sekitar 5 hari untuk proses melahirkan normal. Lama banget? Iyaa.. soalnya kita ibu-ibu yang melahirkan di Jepang diajarin banyak hal tentang cara ngerawat bayi untuk persiapan pulang ke rumah. Karena ibu dan ayahnya udah harus bisa mandiri dalam merawat bayi tanpa bantuan siapapun dan jadi tim yang solid disini.

Sebetulnya pihak Rumah Sakit di Jepang ini udah menyediakan sebagian besar keperluan ibu dan bayi selama di Rumah Sakit, kaya pembalut ibu, diapers, tisu basah dan handuk yang berkualitas. Tapi karena saya termasuk ibu-ibu rempong jadi banyak perlengkapan lain yang disiapkan sebelum tau akan diperlukan. Berikut ini beberapa hal yang perlu disiapkan calon ibu untuk dibawa ke Rumah Sakit versi Tokyo Bay Medical Center (tempat Toshi lahir) dan amunisi pribadi (yang lebih heboh) buat nginep selama 5 hari :

  • Kartu asuransi / health insurance card (kenko hoken sho)
  • Kartu Pendaftaran Rumah Sakit / patient id card (shinsatsu ken)
  • 3-5 sanitary pants/velcro underwear (celana untuk ibu yang udah melahirkan) yang ada bukaan depannya (bisa dibeli di toko perlengkapan bayi kaya akachan honpo, nishi matsuya dan AEON
  • Perlengkapan mandi, handuk dan handuk muka
  • Voucher kehamilan
  • Obat (kalau diperlukan)
  • Cellphone dan charger
  • Buku catatan

Hal-hal yang perlu disiapkan untuk dibawa ke Ruangan Melahirkan (Delivery Room dalam tas kecil terpisah)

  • Buku kesehatan ibu dan anak / mother and baby book (boshitecho)
  • Sendal ruangan (slippers)
  • Handuk muka
  • 1 sanitary pants dan underwear
  • Gelas dan sikat gigi

Buat bayi :

  • Satu set perlengkapan untuk pulang ke rumah (baju, kaos kaki, topi)
  • Selimut bayik/bedong (swaddling blanket)
  • gauze handkerchiefs
  • Perlengkapan menyusui (bantal menyusui, saputangan, bra menyusui dan bra pads)

Tambahan pribadi :

  • Sari kurma, madu, air mineral botol, tumbler, sendok dan sedotan (buat dibawa di ruang melahirkan karena biasanya udah gak nafsu makan tapi masih butuh cairan dan energi)
  • Satu set perlengkapan ibu untuk pulang ke rumah (baju, kerudang)
  • Pembalut khusus ibu melahirkan (Ini membantu banget karena yang dibawa (Moony) jauh lebih lembut dari yang disediain Rumah Sakit)
  • Baju tidur, legging dan kerudung instan, cardigan pas musim dingin (di Rumah Sakit disiapin piyama aja)
  • sendal ruangan
  • Makanan/cemilan kesukaan (wajib dibawa karena setelah lahiran pastinya laper banget pemirsa)
  • Air mineral botolan (di rumah sakit gak dikasih air pemirsa)
  • Gelas kertas (membantu banget gak udah cuci-cuci)
  • Tutup botol yang ada sedotannya (bisa dibeli di toko 100, membantu biar bisa minum sampai rebahan pas masih sakit)
  • Sedotan plastik
  • Minuman tambahan buat asi booster (madu, sari kurma, susu)
  • Selimut bayi
  • Handuk bayi
  • Perlengkapan bayi kaya baju, topi, kaos kaki, sarung tangan (mestipun akhirnya cuma pake kimono bayi dari rumah sakit karena lebih praktis)

Gimana rasanya saat mendekati HPL di perantauan?

Sempet ngerasa deg-degan, gimana ya pas mau lahiran nanti kalau pas gak ada orang atau sebagainya? tapi diamanapun kita berada, ada Allah yang bisa selalu menolong lewat orang-orang yang dikehendakiNya. Salah satunya bersyukur banget karena selama hamil Toshi ada sodara seperjuangan disini yang juga lagi hamil. Kebetulan banget suaminya temen lama dulu waktu di Chiba University yang akhirnya sekarang jadi tetangga. Sejak itu, kita selalu dibantu dalam banyak hal, terutama keterbatasan kita dalam bahasa Jepang sejak dari kontrol kehamilan, lahiran dan setelahnya juga. Alhamdulillah. Dipertemukan sama sodara dan orang-orang baik itu rezeki yang gak ternilai harganya. Mestipun di perantauan, tapi tetep ada temen dan sodara yang baik-baik disini.

Selain itu, Alhamdulillah waktu itu ibu dan adek bisa datang ke Jepang selama 2 minggu. Adek datang seminggu sebelum HPL dan ibu datang sehari setelah HPL. Kenapa? Karena kata ibu bantuan lebih dibutuhkan setelah melahirkan dan ada bayiknya. Dan itu bener banget. Selama hamil alhamdulillah kondisi tubuh kuat banget buat jalan-jalan jauh dan hampir gak pernah ada keluhan (kecuali pas diawal morning sickness) karena memang selama di Jepang udah biasa jalan jauh kemana-kemana. Sedangkan paska melahirkan, mestipun belum bener-bener pulih harus udah siap merawat bayi berdua sama ayahnya di rumah.

Beberapa hari sebelum lahiran, masih sempet jalan-jalan liat sakura

Bersambung…