9 Summers 10 Autumns Favorite Quotes

Pertama kali baca buku 9 Summers 10 Autumns ini sekitar 4 tahun lalu, tapi masih tetep jadi salah satu buku favorit yang mengispirasi dan memotivasi sampe sekarang. Novel ini juga udah diangkat ke layar lebar, tapi saya pribadi selalu lebih suka novel aselinya daripada filmnya (mungkin karena lebih detail dan tulisan si penulis lebih sampe ke hati hehe).

Ini jadi salah satu recommended books yang wajib dibaca buat penggemar inspiring, meaningful, heart-warming story, that’s 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan. Cerita dari plotnya maju mundur saat dia bercerita tentang New York dan masa lalunya di Indonesia.

Buku ini terinspirasi dari kisah nyata sang penulis mas Iwan Setiawan. Beliau adalah seorang anak sopir angkot dari Batu, Malang yang sukses menjadi Director Internal Client Service of a big market research company, Nielsen Research Company, New York City, USA.
Novel ini menceritakan perjuangan Iwan dan keluarganya dalam mengarungi samudra kehidupan sejak kecil hingga dia bisa menyelesaikan studinya di IPB sebagai mahasiswa terbaik dan sukses bekerja di New York selama 10 tahun yang akhirnya kembali ke tanah air tercinta.

Dilahirkan di keluarga yang sederhana tidak membuat Iwan Setiawan berkecil hati, malah sebaliknya itu memotivasi dia agar menjadi pribadi yang berprestasi. Dia tumbuh di lingkungan yang sederhana dimana saudara laki laki ibunya seorang sopir, ayahnya seorang sopir, tetangga tetangganya juga sopir, buruh pabrik dan pedagang sayur. Pernah suatu kali saat kecil dia ditanya cita-citanya, di jawab menjadi hansip. Hehe. (Jawaban yang polos)

Sejak kecil dia menjadi siswa berprestasi di sekolah. Dia tak jarang bangun sekitar jam 1 pagi untuk belajar dan berjuang membebaskan rasa kecilnya. Untuk mencari pemasukan tambahan, Iwan bersama kakaknya sehabis pulang sekolah bekerja mengecat boneka micke mouse dkk di tempat tetangganya yang punya industri kecil. Selain itu sepulang sekolah dia juga membantu tetangganya berdahang di pasar seperti membuat teh panas, mengantar dan mengambil barang dari toko lain. Namun dengan ketekunannya Iwan melalui masa SMP dengan gemilang karena selalu menjadi ranking teratas di sekolah.

Iwan akhirnya melajutkan sekolah SMA di sekolah favorit di Batu. Selama masa SMA dia memberikan les selama kurang lebih satu tahun. Selain memberikan pelajaran, dia juga memberikan motivasi belajar, mendengarkan cerita mereka dan tak jarang menceritakan “rumah kecil” dan “perahu kecil”nya pada mereka.

Kesibukan memberikan les privat enggak menurunkan prestasinya di sekolah, sampai akhirnya di kelas 3 Iwan lolos mengikuti PMDK jurusan Statistik is di Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama kuliah Iwan menjadi mahasiswa berprestasi sampai suatu pagi dia mendapat telpon dari Nielsen Jakarta untuk wawancara kerja dan memulai karirnya disana. Dua tahun kemudian dia pindah kerja dan suatu ketika seseorang dari Nielsen Amerika menghubunginya dan menawarkan pekerjaan di Nielsen New York. Bagi Iwan New York begitu jauh, tak hanya jutaan kilometer di belahan lain bumi ini, tapi ide “New York” itu sendiri tak pernah terjangka oleh impiannya dan terlintas di bayangannya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya dia sering menghabiskan weekend di sepanjang fifth avenue, madison avenue, SoHo ataupun Meat Packing District yang selalu diapadati New Yorker dan turis.

Salah satu pelajaran berharga dari buku ini adalah saat seseorang mau berusaha keras apapun pasti bisa dia lalui dan rubah, dimana perubahan dalam aspek apapun bisa didapat dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Iwan Setyawan merupakan salah satu potret luar biasa yang dimiliki bangsa ini sebagai sumber inspirasi.

Cerita ini mengingatkan saya pada seseorang juga yang sangat luar biasa perjuangannya. Seseorang yang selalu mengispirasi saya disetiap harinya. 🙂

“I can imagine if there is nothing in my pocket, but I can not imagine if there is no knowledge in my mind and religion in my heart. They are my other suns in my life” -Iwan Setiawan

“Impian harus menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, mekipun itu retak-retak” -Iwan Setiawan-

Author: Chemist_29

Sebaik-baiknya manusia diantara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama manusia (HR Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s