Beasiswa MEXT (Monbukagakusho) Research Student 2017

Beasiswa MEXT (Monbukagakusho) adalah beasiswa dari pemerintah Jepang yang diberikan untuk mahasiswa asing salah satunya Indonesia. Ada dua jenis beasiswa MEXT ini yaitu U to U (University to University) dan G to G (Goverment to Goverment). 

Nah sekarang ini lagi bukaan beasiswa MEXT untuk Research Student (Kandidat Master dan PhD) yang dikelola sama Kedubes Jepang di Indonesia. Untuk info lebih lengkap ada di websitenya Kedubes Jepang Indonesia. Deadline semua dokumen sampe di Kedubes Jepang Indonesia yaitu tanggal 9 Mei 2016. 

PERSYARATAN

  1. Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1982.
  2. IPK terakhir minimal 3.0 dari tingkat perguruan tinggi terakhir
  3. Nilai TOEFL-ITP, TOEFL-PBT minimal 550 (terbitan ETS), TOEFL-IBT minimal 79 (terbitan ETS) atau IELTS Minimal 6.0 (terbitan IDP/British Council/IALF), atau nilai Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level 2/N2. (TOEIC, TOEFL like & TOEFL prediction tidak dapat digunakan).
  4. Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya.
  5. Bersedia belajar bahasa Jepang bagi yang tidak menguasai bahasa Jepang.
  6. Sehat jasmani dan rohani. (Pelamar tidak diperbolehkan dalam keadaan hamil pada saat pendaftaran dan selama proses seleksi berlangsung, hingga keberangkatan ke Jepang bagi yang lolos seleksi).

Sewa/Kontrak Apato (Apartement) di Jepang

Apato (Apartement) merupakan jenis tempat tinggal yang sangat umum di Jepang. Buat orang Jepangnya sendiri yang udah berkeluarga Apato adalah salah satu tempat tinggal yang sangat umum termasuk mansion dan flat (berdasarkan beda jenis bangunan, fasilitas dan harga pastinya). Jadi buat punya rumah pribadi di Jepang itu katanya sih cukup sulit dan mahal bingit, jadi yang bisa punya rumah sendiri udah dipastiin orang yang udah diatas sangat sejahtera. Tapi yang tinggal di Apato atau Mansion bukan berarti gak sejahtera, karena semua orang yang punya kerjaan di Jepang hampir pasti sejahtera, cuma beda tingkat kesejahteraannya aja. Heheh

Buat gaijin (orang asing) yang tinggal di Jepang sebagai mahasiswa atau pekerja, sewa apato merupakan pilihan paling memungkinkan (selain dormitory buat mahasiswa). Pada umunya prosedur sewa Apato di seluruh Jepang mirip.

Buat ngurus Apato ini gampang-gampang susah. Pertama kita pergi ke agen fuudosan (agen Apato). Buat orang yang udah jago nihongo (bahasa jepang) mungkin enggak bermasalah, tapi untuk yang enggak bisa nihongo itulah masalahnya hehe.. Kebanyakan agen apato kurang bisa bahasa inggris (mestipun kalau cukup beruntung ada terutama di daerah yang banyak gaijinnya). Jadi alternatif untuk yang enggak bisa bahasa Jepang cari agen Apato yang bisa bahasa Inggris atau minta bantuan temen yang bisa bahasa Jepang.

Pertama kita ngasih tau ke fuudosan ngasih tau qualifikasi Apato yang diharapin contohnya berapa kamar, fasilitas dan harga sewa perbulannya. Setelah itu fuudosan nanti ngerekomendasiin apato yang sesuai sama qualifikasi tadi dan kita diajak ngeliat langsung Apatonya.

Catetan penting yang harus disiapin juga buat awal sewa/kontak Apato, diawal bakal ada biaya yang diperluain selain sewa apato perbulannya sekitar 3-4 kali dari uanh sewa Apato perbulan. Contohnya di daerah saya di Ichikawa, Chiba (pinggiran Tokyo) harga sewa Apato berkisar 60 ribu yen, Harga awal yang kita bayar total sekitar 200 ribu yen (termasuk biaya sewa Apato sebulan, deposit sewa Apato (shikikin), uang kunci (reikikin), uang komisi agen, uang kebesihan dll)

Persiapan sebelum kontrak apato yaitu:

  1. Hanko/Inkan (stamp) sebagai pengganti tanda tangan di Jepang
  2. Rekening Bank buat sewa perbulan bayarnya autodebet dari rekening kita
  3. Nomor HP buat syarat komunikasi sama fuudosan  (jadi sebelum kontrak apato harus punya HP Jepang dulu)
  4. Guarantor merupakan penjamin si penyewa yang bakal bertanggung jawab atas apapun yang terjadi selama kontrak Apato. Biasanya permanent resident di Jepang (bisa orang jepang, orang yang udah lama tinggal dan kerja di jepang) atau perusahaan jasa sebagai guarantor. Kebetulan saya dan suami pake jasa ini, jadi setiap tahun kita bayar 10 ribu yen. Lebih enak karena enggak ngerepotin orang lain 😀

Menyelami dunia Introvert     

Introverts tend to follow their own interests rather than paying much attention to what is popular or trendy

Small talks is something that make the most introverts cringe. What they need is a reason to talk.

Extroversion and introversion desribe how someone react to people. 

 

Kenapa saya tertarik dengan topik ini?

Pada dasarnya saya orang yang suka mengamati diri sendiri danorang-orang disekitar, terutama saat saya ada di lingkungan baru. Sejak saya mulai mengajar mengenal dan memahami karakter orang-orang disekitar  adalah keharusan. Pengetahuan ini juga membantu saya lebih menghargai dan memahami perbedaan dan karakter spesial yang ada pada setiap orang.

Berdasarkan penelitian, cara bagaimana kita bereaksi dan berinteraksi terhadap orang-orang di sekitar kita berkaitan sama masalah psikologis. Setiap orang punya kecenderungan untuk melakukan kebiasaan sesuai dengan kepribadiannya.

There’s always a reason why they are the way they are. 

Hampir semua orang cukup familiar dengan istilah ekstrovert dan introvert (tipe kepribadian menurut Carl Jung), karena dua istilah tadi sering digunakan saat kita ngebahas personality atau karakter (bawaan bayi) seseorang berdasarkan cara dia berinteraksi sama  orang-orang disekitarnya.

Kebetulan saya dan sahabat hidup saya (suami red) punya kepribadian dasar yang sama yaitu sama-sama introvert dengan level yang berbeda. Mungkin bisa dibilang suami saya hampir 90% introvert sedangkan saya 70% (angka perkiraan sembarang hehe). Suami saya bener-bener tipe yang kalau enggak ditanya hampir pasti enggak ngomong kecuali sama orang-orang yang udah deket banget (keluarga dan sahabat deket). Kalau saya sih bergantung mood dan kondisi, saya sih bakal cerewet dan iseng sama orang yang udah deket banget.😁  Tapi bisa diem banget juga saat enggak ada yang mau diomongin sama orang-orang yang baru kenal.

Karakter introvert atau ekstrovert ini bisa dilihat dari cara seseorang berinteraksi dengan dunia luar. Contohnya Ana yang orangnya gaul, periang, suka gaul, ngobrol sama semua orang (mulai dari mang angkot sampe pak camat) dan supel, biasanya orang cenderung menyebut kalau Ana itu ekstrovertSedangkan Ani yang orangnya pendiam, lebih suka jalan sendiri, baca buku di perpus dan ngobrol sama kutu buku, biasanya orang cenderung bilang kalau Ani itu introvert.

Berdasarkan beberapa sumber,

Apa itu INTROVERT?

Orang-orang introvert cenderung lebih merasa nyaman dengan dunia mereka sendiri, mereka adalah pemikir dan sering tenggelam dalam alam pikiran dan perasaan mereka, mereka akan melihat dunia sebagai sesuatu yang mempengaruhi mereka. Orang-orang introvert cenderung lebih nyaman hidup sendiri dan mandiri, hanya orang-orang tertentu saja yang mereka anggap dekat. Mereka adalah orang-orang yang harus memiliki waktu untuk menyendiri agar energi mereka pulih kembali.

Kelebihan introvert adalah mereka pemikir, tenang, tidak tergantung pada dunia luar dan sering introspeksi diri. Sementara kelemahan mereka adalah mereka tidak mudah menjalin pertemanan yang intim, dan karena mereka adalah pemikir ada kemungkinan mereka untuk kehilangan kontak dengan lingkungan mereka, atau dengan kata lain kehilangan kontak dengan dunia luar pada saat tertentu.

Apa itu EKSTROVERT?

Ekstrovert, kebalikannya mereka merasa nyaman ketika bersama-sama dengan orang lain, dan mereka lebih melihat bahwa dunia adalah sesuatu yang dipengaruhi oleh mereka. Orang-orang ekstrovert adalah orang-orang yang sering terlibat dengan dunia luar dan orang-orang, mereka lebih sering bersosialisasi. Mereka lebih aktif dan cenderung lebih sadar dengan apa yang terjadi disekeliling mereka. Orang-orang ekstrovert suka untuk tergabung kedalam grup-grup tertentu dan komunitas.

Kelebihan ekstrovert adalah aktif bersosialisasi dan mereka akan memiliki banyak teman. Sementara kelemahannya adalah mereka sangat takut sendirian, karena jarang instropeksi mereka terkadang merasa tidak kenal dengan diri mereka sendiri dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan ketika mereka berada dalam kesendirian.

Apa setiap orang murni 100% introvert atau ekstrovert?

Sepertinya karakter seseorang terlalu rumit untuk sekedar dikatagorikan dua istilah itu yaitu ekstrovert dan introvert. Karena adakalanya saat seseorang ditempatkan di situasi yang berbeda dia akan menyesuaikan dirinya (tapi bukan berarti  kepribadiannya berubah).

Menutut Carl Jung sebenarnya tidak ada orang-orang yang secara khusus memiliki satu kepribadian. Tidak ada orang yang secara utuh memiliki kepribadian ekstrovert atau seseorang yang hanya memiliki kepribadian introvert. Setiap orang memiliki dua kepribadian ini secara bersamaan, tapi memang ada yang lebih dominan dan lebih sering “dipakai” oleh orang yang bersangkutan.

Jadi saat disuguhin sama katagori  introvert atau ekstrovert?  mungkin kebanyakan orang bakal susah  100% cocok sama tipe kepribadian introvert atau ekstrovert. Seperti halnya saya! Saya kecip adalah  introvert : pendiam kalo ketemu orang baru, banyak berpikir sebelum ngomong atau melakukan sesuatu, enggak terlalu suka basa basi dan lebih seneng punya waktu buat sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, beranjak dewasa, karakter introvert saya levelnya mulai berkurang. Dalam kondisi tertentu sebagian diri saya punya karakter ekstrovert, diantaranya  suka bersosialisasi sama orang-orang baru, suka beraktivitas, suka petualangan, dan sering mudah terdistraksi. Tapi bukan berarti saya jadi ekstrovert, karena sampai sekarang saya punya karakter introvert yang lebih dominan.


Selain introvert dan ekstrovert, istilah lain untuk orang yang memiliki gabungan kedua karakter tersebut dikenal dengan istilah ambivert.

Apa itu AMBIVERT?

Seseorang yang ambivert memiliki ciri yang ada pada kedua golongan tersebut. Namun demikian, tak ada ciri yang dominan yang dimiliki oleh seorang ambivert. Dalam laporan studi mengenai ambivert yang dimuat di jurnal Psychological Science di tahun 2013, dijelaskan bahwa orang ambivert sangat mudah beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang bisa menjadikannya seorang ekstrovert, ataupun introvert.

Dari studi tersebut pula, dijelaskan bahwa seorang yang ambivert di suatu waktu akan sangat senang bersosialisasi, sedangkan di waktu lain, juga merasa nyaman hidup menyendiri.

ambivert
ambivert quotes

Perbedaan karakter Introvert dan Ekstrovert

  Sendiri menyedihkan bagi ektstrovert dan menyenangkan bagi introvert

Enggak seperti orang ekstrovert yang cenderung gampang banget deket dan nyaman menceritakan hal pribadi kepada semua orang yang ditemuinnya. Orang introvert terkenal dengan karakternya yang selectively social,  dalam artian lebih berhati-hati dalam memilih teman untuk memiiki hubungan yang lebih dalam dan sangat jarang menceritakan hal pribadi kepada orang lain. Introvert lebih suka berinteraksi secara individual daripada kelompok besar.

Introvert cenderung lebih pendiam, kalem dan lebih banyak mengamati dirinya sendiri. Sedangkan ekstrovert memperoleh energi dari interaksi sosial, disaat introvert mengeluarkan energi pada saat bersosialisasi. Setelah berkumpul dengan banyak orang, introvert biasanya perlu mengisi energi dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Flash back ke masa SMP, saya dulu bisa dikatagorikan introvert level tinggi, karena pada masa itu saya orang yang lebih suka ngabisin waktu buat baca buku (mestipun pas jam istirahat), bahkan saya dulu pengunjung setia perpustakaan daerah kota saya tinggal, dari sana saya mulai suka baca novel misteri dan science. Saya sering kena denda banyak karena telat ngembaliin buku! Hahaha

I’m not antisocial, I’m selectively social. There’s a difference.

Small Talk vs Big Talk dan Kemampuan Bicara

Seorang ekstrovert lebih pintar menyajikan topik obrolan ringan atau small talk dibandingkan dengan introvert yang tidak pintar menciptakan ide percakapan dan lebih pemilih. Bagi mereka apabila tidak penting, mengap harus dibicarakan?. Tapi mereka bisa bicara panjang lebar sangt lama untuk topik yang mereka minati, big talk.

Cara Berpikir & Berbicara

Seorang introvert memikirkan lebih dahulu apa yang akan mereka bicarakan, tetapi ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Lebih Suka Mengdengar dan Mengamati

Introvert lebih suka mendengar daripada bicara. Mereka adalah pendengar dan pengamat yang baik.

Dunia Milik Ekstrovert



Ciri-ciri orang introvert :


 introvert, extrovert, ambivert?
We can also self-select our tendency towards extroversion. Which explanation sounds more like you?


I am drawn to people, I get energy from social gatherings and am pretty outgoing. (Extrovert)


It’s draining to be around lots of people. I prefer peace, solitude and quiet time. I usually crave alone time in my free time. (Introvert)

It depends. (Ambivert)

To be continue.

 

Makanan/Restoran halal di Tokyo

 

Kaijin Seafood-based Ramen near Shinjuku Station
  
  
Ippin Ramen Asakusa Chicken-based Ramen
  
  
Sushi Ken Asakusa
  
    
Chicken Barbeque near Shin-Okubo station