Visa Jepang (part1)

It’s been a while… *males mode on 

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya bikin visa jepang di kedubes jepang  jakarta di Jl. MH Thamrin 24 deket EX Plaza Indonesia (bisa mampir sekalian).

Pengalaman bikin visa jepang pertama buat program student exchange (as temporary visitor selama 90 hari), kedua bantuin suami bikin visa (student selama 3 tahun 3 bulan), yang terakhir kemaren bikin visa buat nyusul suami aka kunjungan keluarga (as temporary visitor selama 90 hari). Sebenernya pengennya langsung bikin visa dependent buat istri yang ikut suami (dependent, 3 tahun 3 bulan) tapi karena Certificate of Eligibility (CoE) yang dikeluarin sama kantor imigrasi di jepang belum beres dan takut kelamaan kalo nunggu padahal udah pesen tiket buat 19 mei 2015 ini soalnya ada yang kesepian  (wish me a safe flight 😊) jadi apply lah visa temporary visitor dulu.

Apa itu Certificate of Elligibility (CoE)?? Semacam berkas yang menyatakan kalau kita itu layak  untuk tinggal di jepang selama waktu yang ditentukan di CoE nya itu. Syarat buat apply CoE di kantor imigrasi jepang bisa diliat di Dokumen untuk CoE. Dan untuk supporting dokumennya bergantung dari status yang apply CoE misalnya untuk student sama pasangan (dependent) pastinya ada supporting dokumen yang beda, bisa diliat di Supporting documents CoE. Jadi kalau dapet CoE, pasangan bisa langsung apply visa dependent di kedubes jepang Indonesia dan gak perlu ngerubah status visa di Jepang. Setelah dapet CoE kita bisa langsung apply visa di kedubes jepang  (tergantung region tempat tinggal kita di indonesia) untuk waktu tertentu bisa diliat syaratnya di  Persyaratan Visa Khusus.

Sebenernya pelayanan di jepang itu cepet cuma karena lagi ngantri yang bikin CoE jadi waktunya agak lama dan sebenernya sekarang CoE saya udah jadi cuma udah keburu apply visa kunjungan keluarga jadi nanti dateng dulu ke jepang baru ngurusin perubahan status visa jadi dependent selama 3 tahunan di kantor imigrasinya jepang, kayak pengalaman salah satu temen yang bawa istri juga kesana.

Nah sekarang balik ke cara ngurus visa jepang, dijamin gak ribet selama kita memenuhi semua syarat-syarat yang tercantum di  Website kedubes jepang  di indonesia sesuai sama jenis visa yang pengen kita apply. Tipsnya penuhi semua syarat jangan kurang dan jangan kelebihan juga karena mereka gak suka.. Misal disuruh kasih pas foto satu kamu malah ngasih satu album 😜

berkas-berkas yang harus disiapin buat apply visa kunjungan keluarga bisa diliat di Syarat visa kunjungan keluarga  diantaranya :

1. Paspor (yang masih berlaku)

2. Formulir Permohonan Visa (bisa didownload di website kedubes jepang atau minta disana langsung, saran saya sih mending download di rumah plus diisi di rumah dan bawa yang kosong buat jaga-jaga kalau salah isi, contoh pengisian formulir ada di kedubes jepang) pas foto ukuran 4,5×4,5 tanpa background (putih) diambil 6 bln terakhir.

3. Fotokopi KTP (surat keterangan domisili)

4. Fotokopi KTM atau surat keterangan masih mahasiswa (kalau masih mahasiswa)

5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang membuktikan tanggal keluar masuk Jepang) tips buat yang takut visanya ditolak, bisa pake open ticket (semacam bukti booking tiket dari travel yang mencantumkan waktu keberangkatan, maskapai, nomor maskapai) cari aza travel agent yang bisa buat open ticket jadi gak perlu beli tiket aseli dulu sebelum visa jadi.

6. Jadwal perjalanan (formulir di download di website) jadwal mulai masuk sampai keluar jepang (seadanya aja, kalo emang kunjungan keluarga saya sih tulis tempat tujuan kota dateng aza :D)

7. Dokumen yang membuktikan hubungan keluarga antara pemohon dan pengundang (bisa surat nikah, kk, akte lahir)

8. Fotokopi dokumen yang menunjukan hubungan keluarga dengan pemohon seperti kartu keluarga, akta lahir dll (kalau pemohon lebih dari satu)

9. Surat undangan yang harus diisi pihak yang ngundang di jepang (formulir bisa didownload di website)

10. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan

a. Bila pemohon yang bertanggung jawab atas biaya : fotokopi bukti keuangan seperti rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir ( bila peanggung jawab bukan pemohon seperti ayah, ibu maka harus melampirkan dokumen yang membuktikan hubungan antara pemohon dengan penanggung jawab biaya.

b. Bila pihak Pengundang yang bertanggung jawab atas biaya.

Surat jaminan dari pengundang

* Dokumen yang berkenaan dengan pengundang seperti tercantum di bawah ini (salah satu saja)

  • Surat Keterangan Pembayaran Pajak (nouzei shomeisho) yang mencantumkan besar penghasilan
  • Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)/(kakutei shinkokusho hikae)
  • Surat Keterangan Penghasilan (shotoku shomeisho)
  • Surat Referensi Bank
  • Fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat Keterangan Bekerja yang mencantumkan lama bekerja dan besar penghasilan

* Surat Keterangan Domisili Pengundang (juminhyo). Bila Pengundang adalah WN Asing yang berdomisili di Jepang, maka Surat Keterangan Pencatatan Domisili (Alien’s Registration Card/ Certificate).
Perhatian:

* Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 10 sebelum diserahkan di loket.

* Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 10). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).

  • Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
  • Pemohon adalah karyawan BUMN.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
  • Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.